Buka Pelatihan Calon Petugas Regsosek 2022, Drs. Parjan : Kualitas Pengumpulan Data Harus Dijaga Dari Semua Tahapan.

Iklan Atas Semua Halaman

.

https://jejetrans.com/

Loading...

Buka Pelatihan Calon Petugas Regsosek 2022, Drs. Parjan : Kualitas Pengumpulan Data Harus Dijaga Dari Semua Tahapan.

 

Buka Pelatihan Calon Petugas Regsosek 2022, Drs. Parjan : Kualitas Pengumpulan Data Harus Dijaga Dari Semua Tahapan.


Jejenews.co.id Malang - Diawali dengan pembacaan pantun oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, Drs. Parjan, M.Si 'Jalan-jalan beli buah nanas, Buah nanas tanpa tandan duri. Selamat Datang Para Calon Petugas, Petugas Regsosek Mencatat Membangun Negeri'. Kepala BPS Kota Batu resmi menggelar giat acara Pembukaan Pelatihan Calon Petugas Registrasi Sosial Ekonomi tahun 2022. Bertempat di Amartha Hills Hotel and Resort, Jalan Abdul Gani Atas, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Selasa (4/10/2022). 


Petugas berjumlah 337 orang, terdiri dari petugas pendata lapangan 264 orang, petugas pengawas/pemeriksa 67 orang, perwakilan dari Dinsos 1 orang, dan Kominfo 1 orang serta Dinas Pemberdayaan Perempuan 2 orang. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari, dan berlangsung 3 gelombang. Adapun Instruktur yang akan mengajar berasal dari BPS Kota Batu, diantaranya :

1. Dwi Esti Kurniasih, S.Si, M.AP, M.PP

2. Eka Cahyani, S.ST

3. Nurlaila Oktarahmayanti, S.ST

4. Eko Wibowo, SE

5. Singgih Wicaksono, S.E


Dalam sambutannya, Drs. Parjan, M.Si menyampaikan, kegiatan ini merupakan upaya mewujudkan satu data Indonesia melalui reformasi program perlindungan sosial. "Regsosek ini adalah memperoleh informasi dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat, mau miskin atau kaya semua bisa jatuh dalam kondisi ekonomi terendah," tuturnya pada awak media.


Ia menambahkan, berdasarkan hasil Susenas Maret 2021, sebanyak 1,9 Juta rumah tangga miskin ekstrem diseluruh Indonesia yang tidak menerima program sembako meningkat sebanyak 100 ribu dari September 2020, yang mengakibatkan terhambatnya upaya penurunan kemiskinan.


"Harapannya nanti di tahun 2024, kita sudah memiliki stabilitas sistem seperti terbentuknya pusat data nasional, serta terbangunnya mekanisme Quality Control, penargetan dan monitoring evaluasi yang terintegrasi," harapnya.


Masih kata Drs. Parjan, kualitas pengumpulan data harus dijaga dari semua tahapan. "Akhir kata, saya meminta komitmen kita semua yang hadir diruangan ini untuk ikut mensosialisasikan kegiatan pendataan Regsosek ke masyarakat. Semoga Allah SWT meridhoi langkah kita semua, Amin". tutupnya


(Doddy/Red/Jejenews)